Mungkin ini lanjutan dari postingan sebelumnya, setelah berakhirnya januari yang sial itu akhirnya datang juga februari yang tak kalah sialnya. Awal bulan saja sudah dibuat kewalahan dengan mata kuliah “maintenance and repair computer” yang harus penuhin job yang belum dimasukin, yang akhirnya membuat gua pulang malam dengan kata lain tidak bisa masuk kerja karena kecapean dari kampus.
Di tengah kesibukan yang entah dimana ujungnya ada teman saya yang pengen merepair laptopnya yang bermerek ASUS eee pc series seashell 1215t dengan otak amd, yang awalnya kalo dilihat cuma butuh install os ulang sih, awalnya berhasil tapi belum di aktivasi pake crack :v berhubungan saya gak punya cracknya jadi gua minta ke teman gua, dan setelah dipikir2 mending gua install lagi deh karena gak puas dengan versi os yang gua install pertama kali, tapi tiba2 gua gagal masuk di menu BIOS, tiap kali berusaha masuk ke BIOS selalu saja restart sendiri laptopnya, dan reboot sendiri itu berlanjut sampai masuk ke menu windows, setelah gua pikir2 mungkin ini laptop udah overheat karena gua naruhnya di atas kasur jadi gua buka laptopnya buat dibersihin fan di dalam, tapi tetep aja reboot sendiri, terus gua ganti pasta processor yang sebelumnya udah mengering kayak marmer kalek :v alhasil tetep aja reboot sendiri, dan yang parahnya lcd no display -_- temen gua pun gak bisa nanganinnya, katanya sih kena di processor, berhubung dia processornya nempel di mainboard jadi kayaknya harus direpair sekalian dengan MB nya.
Kan gak enak balikin laptopnya dengan keadaan seperti itu, mungkin sudah umurnya tu laptop rusak tapi tetep aja gak enak balikin dengan keadaan seperti itu, dan jalan terakhir gua bawa ke tempat repair komputer ter menstrim di manado (baca: IT Center Manado)
Dan konter pertama yang gua kunjungi katanya ni laptop harus ganti mainboard, dan harganya sampe 1.500.000 satuan rupiah, dan tentu saja saya tidak bias menyanggupinya xD, jadi gua bawa ke konter sebelahnya dengan penjelasan yang berbeda katanya ini rusaknya di bagian chipsetnya, dan duit yang harus dikeluarkan untuk merepairnya kena 850an rebu, tanpa pikir panjang langsung saya iyakan, dan setelah dipikir2 lagi gua dapet duit dari mana sebanyak gitu? -_-
Duit segitu cuma bisa gua dapatkan di akhir bulan (baca: gajian), tapi nasi udah jadi bubur, kita lihat saja bagaimana kelanjutan dari kisah gua yang menyedihkan ini
Mudah2an yang baca postingan gua berbaik hati buat donasiin 500rb lebih juga bisa ^^
(Yang serius komen di bawah ya, nanti gua kasih no rekeningnya :v)
Wkwkwk